Asal Muasal Nama Ratenggaro
Narasumber: Deonatus Jama Bohe (Ketua Dewan Adat Kampung Rate Nggaro)
Pada mulanya, kampung itu belum bernama Rate Nggaro. Ia tumbuh dan berkembang dari Ngahuwatu (Kampung Pertama), kampung induk dari satu kabisu Pawungo. Dari sanalah asal mula kehidupan bermula, sebelum kemudian mekar dan membentuk pemukiman baru.
Seorang tetua bernama Rato Wukka menetap di Pantai Rate Woyo. Seiring waktu, kampung berpindah beberapa kali akibat berbagai peristiwa, termasuk munculnya kepiting raksasa bernama Ngele yang merusak ternak penduduk.
Akhirnya kampung dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi dan diberi nama Rate Nggaro — "Rate" berarti kuburan, dan "Nggaro" berasal dari nama suku Gaura yang pertama kali mendiami wilayah tersebut.
Dua orang — Kabani Kuri Wada (dari klan Gaura) dan Mamba (dari klan Mamba) — dikorbankan sebagai persembahan sakral kepada Marapu (roh leluhur). Sebuah rumah khusus bernama Uma Katoda Kuri dibangun untuk memperingati peristiwa ini.
Kampung ini diikat oleh syair-syair kuno yang menjaga ingatan kolektif dan ikatan sakral dengan tanah serta leluhur.